Dalam beberapa tahun terakhir ini kita disodori setiap hari dimedia elektronik maupun media cetak tentang banyaknya pemimpin yang masuk bui karena tidak menjalankan mandat kejujuran sesuai dengan sumpah jabatan yang telah diamanatkan kepadanya. Hal ini semakin menguatkan indikasi bahwa peranan moralitas yang telah dipelajari berpuluh tahun lamanya ternyata pada akhirnya tidak membuahkan calon pemimpin yang bermartabat dan jujur. Sikap ini sejatinya mencerminkan fenomena bahwa selama proses pendidikan berbasis duit dan biaya yang mahal, maka bisa dipastikan bahwa kelak kalau dia menjadi birokrat akan berusaha memulihkan kembali biaya itu dengan segala cara. Semakin banyak kesempatan dan ada peluang, maka jangan diharapkan moral para pemimpin akan bisa mensejahterakan rakyat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar